ATM (Asynchronous Transfer Mode) adalah adalah protokol jaringan yang
berbasis sel, yaitu paket-paket kecil yang berukuran tetap (48 byte data
+ 5 byte header). Secara teknis, ATM dapat dianggap suatu evolusi dari
packet switching. Seperti transfer data pada packet switching ATM
mengintegrasikan fungsi multiplexing dan switching. ATM memungkinkan
komunikasi antara perangkat yang beroperasi pada kecepatan yang berbeda.
Tidak seperti packet switching, ATM dirancang untuk kinerja tinggi pada
jaringan multimedia.
Rabu, 13 Juni 2012
Pengertian HDLC
Diposkan :
Tri handoyo
HDLC
( High level Data Link Control ) adalah protokol untuk digunakan
dengan WAN ( Wide Area Networks ) yang secara luas dapat mengatasi
kerugian – kerugian yang ada pada protokol – protokol yang berorientasi
karaktek seperti Bi-Synch, yaitu yang hanya dapat bekerja secara
half-duplex ( pengiriman isyarat dua arah tetapi tidak dalam waktu yang
bersamaan ) dan penggunaan karaktek DLE untuk mendapatkan transparansi
pesan.
Dua protokol utama dalam HDLC adalah LAPB untuk
sambungan ke titik – titik dan RNM untuk sambungan ke banyak titik.
Protokol ini bersifat reliable yang di dalamnya memiliki kemampuan
error detection dan error correction serta menjamin bahwa data yang diterima akan sama urutannya dengan ketika dikirimkan.
Pengertian PPP
Diposkan :
Tri handoyo
Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah
protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide
area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang
berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun
1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada
protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung
pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan
pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini
lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara
dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini
juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan. PPP
didefinisikan pada RFC 1661 dan RFC 1662.
II. Point-to-Point versus point-to-multipoint
Pada point to point, frekuensi yang digunakan bisa 2.5 G, 5 G, 10 G, 15 G, dst.
Harus memenuhi kriteria LOS = Line Of Sight (terlihat tanpa ada penghalang di antaranya). Boleh ada penghalang di antaranya tetapi tidak boleh masuk dalam area Jari-jari pertama Fresnel Zone (Fresnel Zone 1).
Daya yang digunakan juga harus di sesuaikan, harus ada cadangan power jika terjadi hujan dan redaman atmosfer. Cadangan power untuk mengantisipasi redaman disebut Fading Margin. Perhitungan daya yg dibutuhkan antara 2 titik dengan jarak tertentu disebut Link Budget. Software perhitungan link budget dapat didownload.
Untuk kemampuan hardware, masing-masing produk berbeda-beda. Disesuaikan dengan kebutuhan kita. Point-to-point biasanya digunakan untuk jaringan backbone/trunk atau jaringan akses berkecepatan tinggi.
Sedangkan dalam point-to-multipoint secara garis besar, frekuensi dan perhitungan power hampir sama dengan point-to-point. Hanya saja jaringan point-to-multipoint ada yang mampu membentuk jaringan yang baik walaupun diantaranya terdapat penghalang (NLOS=Not Line Of Sight). Teknologi yang digunakan adalah OFDM (orthogonal Frequency Division Multiplexing). Memanfaatkan penghalang/obstacle sebagai media pemantul sinyal OFDM yang mempunyai banyak carrier (multi-carrier) sampai ke tujuan. sehingga sinyal yg datang dari berbagai arah pantulan sampai di sisi penerima dibuat saling memperkuat. Jika jarak antar antena tidak ada penghalang maka jangkauannya akan lebih jauh.
II. Point-to-Point versus point-to-multipoint
Pada point to point, frekuensi yang digunakan bisa 2.5 G, 5 G, 10 G, 15 G, dst.
Harus memenuhi kriteria LOS = Line Of Sight (terlihat tanpa ada penghalang di antaranya). Boleh ada penghalang di antaranya tetapi tidak boleh masuk dalam area Jari-jari pertama Fresnel Zone (Fresnel Zone 1).
Daya yang digunakan juga harus di sesuaikan, harus ada cadangan power jika terjadi hujan dan redaman atmosfer. Cadangan power untuk mengantisipasi redaman disebut Fading Margin. Perhitungan daya yg dibutuhkan antara 2 titik dengan jarak tertentu disebut Link Budget. Software perhitungan link budget dapat didownload.
Untuk kemampuan hardware, masing-masing produk berbeda-beda. Disesuaikan dengan kebutuhan kita. Point-to-point biasanya digunakan untuk jaringan backbone/trunk atau jaringan akses berkecepatan tinggi.
Sedangkan dalam point-to-multipoint secara garis besar, frekuensi dan perhitungan power hampir sama dengan point-to-point. Hanya saja jaringan point-to-multipoint ada yang mampu membentuk jaringan yang baik walaupun diantaranya terdapat penghalang (NLOS=Not Line Of Sight). Teknologi yang digunakan adalah OFDM (orthogonal Frequency Division Multiplexing). Memanfaatkan penghalang/obstacle sebagai media pemantul sinyal OFDM yang mempunyai banyak carrier (multi-carrier) sampai ke tujuan. sehingga sinyal yg datang dari berbagai arah pantulan sampai di sisi penerima dibuat saling memperkuat. Jika jarak antar antena tidak ada penghalang maka jangkauannya akan lebih jauh.
Sabtu, 26 Mei 2012
LAN Switching
Diposkan :
Tri handoyo
Ethernet
Ethernet berbasis standard IEEE 802.3 dan menyediakan 10 MB
bandwidth untuk end user. Semakin banyak user yang ada pada sebuah
segmen Ethernet, semakin besar kemungkinan terjadi collision, yang
merubah sinyal yang dikirimkan sebuah host jadi tidak bisa digunakan.
Ketika host terhubung pada satu switchport tersendiri, 10 mb bandwidth
yang tersedia akan terpakai oleh host itu sendiri, dan peluang
terjadinya collision menjadi nol. Setiap port pada sebuah switch
merupakan sebuah collision domain tersendiri.
Ethernet menggunakan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair),
yang panjangnya terbatas sejauh 100 meter. Dalam model networking 3
layer, umumnya Ethernet bisa ditemukan pada access layer, yang
menghubungkan end user pada network
Konsep Spanning Tree Protocol
Diposkan :
Tri handoyo
Saat desain LAN memerlukan beberapa switch, umumnya network enginer
menyertakan segment LAN yang redundant diantara switch-switch tersebut.
Tujuannya sederhana, switch-switch berkemungkinan mengalami kegagalan
beroperasi, atau ada kemungkinan kabel terputus atau ter-unplug sehingga
dengan adanya segment redundant ini, layanan network masih bisa
berjalan walaupun ada kendala diatas.
LAN dengan link yang redundant memungkinkan frame mengalami looping
didalam network tanpa henti. Frame yang looping ini menyebabkan gangguan
performansi pada network. Oleh karena itu, LAN memanfaatkan Spanning
Tree Protocol (STP), yang memungkinkan LAN tetap bisa menggunakan link
redundant tanpa harus menanggung resiko adanya frame yang looping dalam
network.
Tanpa adanya Spanning Tree Protocol (STP), LAN dengan link yang
redundant mengakibatkan adanya frame yang looping tanpa henti didalam
network. Dengan STP, beberapa switch
akan mem-block interface/port-nya agar port tersebut tidak bisa lagi
mem-forward frames keluar. STP akan menentukan port mana yang harus di
block sehingga hanya 1 link saja yang aktif dalam satu segment LAN.
Hasilnya, frame tetap bisa ditransfer antar-komputer tanpa menyebabkan
gangguan akibat adanya frame yang looping tanpa henti di dalam network.
Kamis, 24 Mei 2012
Pengertian dan fungsi AP,Wireless dan SSID
Diposkan :
Tri handoyo
Access Point (AP)
Pengertian:
adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan alat-alat dalam suatu jaringan, dari dan ke jaringan Wireless.
Fungsi:
Fungsi
Access Point adalah sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk
menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para
client/tetangga anda, di access point inilah koneksi internet dari
tempat anda dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran
kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau,
semakin tinggi kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW)
semakin luas jangkauannya.
Rabu, 23 Mei 2012
IPSec
Diposkan :
Tri handoyo
IPSec merupakan singkatan dari IP security. IPSec merupakan suatu protokol yang digunakan untuk
melakukan pertukaran paket pada layer IP secara aman. IPSec menyediakan dua
jenis mode enkripsi, yaitu mode transport dan mode tunnel. Mode transport akan
mengkripsi bagian data (payload)
masing-masing paket tanpa mengubah header
paket tersebut. Algoritma yang digunakan untuk mengenkripsi data adalah
algoritma kriptografi simetris. IPSec mode ini menggunakan sub-protokol yang
disebut sebagai encapsulated security
payload (ESP).
Langganan:
Postingan (Atom)